Jagung merupakan salah satu
tanaman paling tidak manja sedunia. Dia adalah tanaman tropis yang bisa tumbuh di dataran rendah maupun
dataran tinggi, 3000 m di atas permukaan laut (dpl); Juga bisa tumbuh di daerah dengan curah hujan
tinggi hingga rendah sekitar 500 mm per tahun.
Kalau mau memelihara jagung dengan
optimal, tanamlah dia di tanah yang
gembur, drainase yang baik, kelembaban tanah yang cukup yaitu lebih dari
40% kapasitas lapang dan pastikan jangan sampai batangnya terendam air.
Pernah dengan perumpamaan “seumur
jagung”, perumpamaan yang dipakai orang untuk menggambarkan suatu waktu yang
sangat singkat. Mengapa jagung? Karena umur jagung hanya berkisar 3-4 bulan di
dataran rendah atau 4-5 bulan di dataran tinggi..
Ada banyak teori seputar asal usul
jagung. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa jagung berasal dari Himalaya,
Beberapa ilmuwan lainnya menyatakan bahwa jagung berasal dari Andea Peru,
Bolivia dan Ekuador, Dan teori yang terakhir percaya bahwa jagung berasal dari
Meksiko. Teori yang terakhirlah yang paling didukung oleh banyak ilmuwan dunia.
Seperti tanaman pada umumnya,
jagung dicipta dalam berbagai jenis. Dalam ilmu pengetahuan alam yang jaman SD
dulu, jagung bisa dikelompokkan berdasar tempat tumbuh dan berdasar umur panen.
Berdasarkan tempat tumbuhnya, ada (i) jagung dataran rendah tropik
(<1.000 m dpl), (ii) jagung dataran rendah subtropik dan mid-altitude
(1.000-1.600 m dpl), dan (iii) jagung dataran tinggi tropik (>1.600 m dpl).
Berdasarkan
umur panen, ada (i) jagung umur genjah yang kurang dari 90 hari dan (ii) jagung
umur dalam yang lebih dari 90 hari. Seiring dengan kemajuan penelitian dan perkembangan
pemuliaan jagung, jagung bisa dikelompokkan berdasar komposisi genetiknya
menjadi (i) jagung hibrida yang heterosigot homogenus dan (ii) jagung bersari
bebas yang heterosigot heterogenus.
Karena kita sedang membahas jagung
yang umurnya pendek, tulisan ini dibuat pendek juga. Biar pembaca bisa
mendalami perumpamaan “seumur jagung”.